News

Muda Balia Mentas di Malaysia, Penuhi Undangan Kerajaan

CAKRADUNIA.COM – Muda Balia diundang Kerajaan Selanggor, Malaysia untuk tampil pada Festival Bahasa dan Persuratan Melayu Nusantara di Museum Shah Alam, Selangor dan Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat – Minggu (7-10/12/2017)

Kehadiran Muda Belia di setiap pementasan hikayat Aceh dan diselingi dalam bahasa Melayu disambut luar biasa warga Malaysia. Aplus tak henti-henti diberikan penikmat seni yang hadir dari berbagai negara bagian. Warga Malaysia dan turis mancanegara sangat menikmati syair-syair yang dilantunkan penerima MURI ini dengan penuh penghayatan.

Setiap selesai tampil, semua warga Malaysia yang hadir menyampaikan tahniah kepada Muda Balia. Malah, sejumlah warga yang amat senang langsung minta foto sambil memeluk Muda Balia. Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendokumentasikan foto selfi dengan sang idola.

“Saya tidak bisa melarang mereka  foto sama saya, malah perempuan-perempuan itu minta foto sambil memeluk saya. Saya tidak tahu, kenapa mereka begitu senang mendengar syair dan pementasan saya,”kata Muda polos.

Seorang tamu dari negara Arab yang berpakaian ala Barat, ketika mendekati Muda Balia, ia minta foto sambil memeluk propertinya bantal. Mereka saling tak mengerti bahasa, akhirnya berkomunikasi melalui bantuan Hp android yang bisa menerjemahkan kedua bahasa yang mereka gunakan.

“Setiap habis bicara, dia liat hp apa maksud dari perbincangan kami. Alhamdulillah, kami bisa bicara melalui terjemahan Hp. Dia sangat suka, ketika saya tampil dia lompat-lompat, seperti dia tahu apa makna yang saya sampaikan,”cerita Muda Balia.

Ketua Yayasan Geutanyoe, Lilianne Fan, mengatakan sungguh bersyukur atas kesempatan mendampingi kawan lama yang amat dia kagumi, Teungku Muda Balia dari Aceh diundang ke Malaysia untuk mempersembahkan Hikayat Aceh di Festival Bahasa dan Persuratan Melayu Nusantara yang dilaksanakan oleh Kerajaan Selangor dan PUSAKA, Malaysia.

Menurut Lilianne Fan yang pernah lama di Aceh, dua hari saja bersama Teungku Muda banyak sekali mendapatkan pelajaran tentang bangsa, bahasa, akhlak, agama, adat, seni, dan sejarah Aceh.

“Kami di Yayasan Geutanyoe akan mendukung sampai berhasil perjuangan Teungku Muda untuk mengajar seni hikayat kepada generasi muda. Sebagaimana terungkap di dalam salah satu hadih maja (peri bahasa) Aceh. “Gadoh aneuk meupat jeurat, gadoh adat ho tamita,” – hilang anak tahu kuburnya, hilang adat ke mana dicari’,”urai Lilianne Fan yang menfasilitasi Muda Balia selama berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

© 2016 YAYASAN GEUTANYOË
We are dedicated to cultivating and upholding values of humanity, dignity, peace and sustainability in Aceh and Southeast Asia.

Menu